Apa Itu E-Bupot Pph 23, Manfaat Dan Cara Mengaksesnya?

 

E-Bupot Pph 23

Kebijakan E-BUPOT PPH 23 ini membuat semua pengusaha kena pajak harus mengatur manajemen pajak, dan melakukan transaksi terkait dengan PPH Pasal 23/26 yang terdaftar di Kantor Pajak (KPP) di seluruh Indonesia.

Kewajiban E-BUPOT PPH 23 diberlakukan pada Agustus 2020, di mana ketentuan PKP ini juga harus memberikan bukti pemotongan dan penyerahan periode PPH 23/26 secara bertahap.

Aplikasi E-BUPOT adalah perangkat elektronik dalam membuat bukti menebang tarif pajak 23 dan melaporkan periode pph 23/26 yang dapat dilakukan di mana saja.

Istilah E-BUPOT adalah aplikasi E-BUPOT DJP yang ditujukan untuk PKP dan non-PKP, dengan menggunakan pembayar pajak harus menggunakan aplikasi E-BUPOT DJP PPH 23 dalam memberikan bukti tarif tarif terkait pemotongan 23 dan PPH 26.

Selain itu, kebijakan E-BuPot PPH 23 Non PKP juga didirikan pada Oktober 2020, di mana ini adalah keputusan Direktur Pajak untuk menyiapkan kebutuhan administratif dan mengimplementasikan e-bupot pph 23 tepat waktu.

Kenali apa e-bupot pph 23?

Dalam hal E-BUPOT adalah perangkat lunak dari DJP online untuk menyiapkan bukti pengurangan tarif PPH 23/26 dan melaporkan periode SPT PPH Pasal 23/26 melalui dokumen elektronik.

Aplikasi E-BUPOT PAJAK dapat digunakan melalui perangkat elektronik yang bahkan dapat dilakukan di mana pun selama mereka terhubung dengan Internet tanpa perlu repot-repot datang ke KPP.

Melalui aplikasi pajak e-bupot, karena pembayar pajak juga dapat menyerahkan jenis bukti pemotongan. Di antara mereka adalah bukti pemotongan PPH Pasal 23/26, bukti pemotongan koreksi, dan bukti pemotongan pembatalan.

Apa aturan untuk e-bupot pph 23 di Indonesia?

Peraturan E-BUPOT PPH 23 Melalui Ketentuan Per-04 / PJ / 2017 bahwa Direktur Jenderal Pajak menetapkan bahwa semua pembayar pajak, baik untuk E-BUPOT PKP atau e bupot PPh 23 non PKP harus memberikan bukti pemotongan artikel PPH 23/26.

Dalam masing-masing kondisi ini tidak memungkinkan keberadaan wajib pajak untuk melaporkan periode PPH 23/26 melalui Perangkat atau Aplikasi DGT E-BUPOT. Untuk tahun berikutnya, dalam tarif aplikasi E-BUPOT DJP PPH 23/26 ditentukan oleh peraturan E-BUPOT PPH 23 tentang ketentuan KEP-599 / PJ / 2019 tentang pemotongan PPH Pasal 23/26.

Apa manfaat e-bupot?

Dalam Peraturan E-BUPOT PPH 23 Nomor 12 / PMK.03 / 2014 tentang Bukti Pemotongan atau Pengumpulan Pajak Penghasilan, yang memberikan manfaat aplikasi E-BUPOT 23/26 dan Laporan sebagai berikut:

1. Membuat atau menyiapkan bukti pemotongan

2. Membuat atau memasukkan pelaporan seperti PPH periode 23/26

3. Bukti pemotongan dan pelaporan dilakukan dalam bentuk dokumen elektronik

Jelas bahwa manfaat E-BUPOT PPH 23 non PKP dan PKP memberikan kemudahan dalam administrasi pajak seperti membuat bukti pemotongan dan pelaporan pada periode PPH 23/26 melalui satu fitur online.

Sehingga semuanya memengaruhi tingkat kepatuhan yang membayar pajak dan tentu saja manfaat membayar pajak yang dapat Anda ketahui.

Sebagai seorang pengusaha yang sibuk, tentu saja, juga membutuhkan pembuatan laporan keuangan tanpa harus khawatir mengerjakannya sendiri, bukan? Solusinya adalah untuk Anda, menggunakan layanan pembukuan bakat dari Mekari. Dapat membantu Anda mendapatkan laporan keuangan realtime, membuat faktur, mengurus unsur-unsur perhitungan pajak, dan penggajian.

Kriteria Wajib Pajak dalam Melaporkan E-BUPOT PPH 23

Sebagai wajib pajak yang ingin melaporkan periode waktu tertentu, itu harus membuat bukti pengurangan melalui kriteria wajib pajak, yaitu:

1. Wajib Pajak sebagai PKP dan non-PKP, yang keduanya dikonfirmasi atau belum dikonfirmasi dapat menggunakan aplikasi Wajib Pajak Berdasarkan Direktur Jenderal Keputusan Pajak Nomor Kep-269 / PJ / PJ / 2017.

2. Dapat mencakup lebih dari 20 bukti memotong tarif dalam PPH Pasal 23/26 dalam periode pajak.

3. Sebagai wajib pajak harus memiliki pendapatan kotor atas dasar pengenaan pajak PPH lebih dari Rp100.000.000.

4. Wajib Pajak dapat memberikan periode waktu secara elektronik.

Bagaimana Anda mengakses e-bupot pph 23?

Untuk melaporkan E-BUPOT PPH 23 dengan mengakses aplikasi DJP, yang mencakup 2 tahap:

1. Tahap pertama adalah pengajuan sertifikat elektronik untuk mengaktifkan kemanjuran pajak yang telah dilakukan melalui pendaftaran di DJP online. Di mana pembayar pajak dapat membuat frasa sandi untuk memberikan tanda tangan secara elektronik saat melaporkan atau memotong melalui PAJAK E-BUPOT.

Setelah mengaktifkan upaya pajak, langkah selanjutnya adalah mendaftar untuk DJPT online karena pelaporan PHP periode 23/26 dapat dilakukan di situs web DJP online. Jadi dapat membuat Anda lebih mudah untuk melaporkan pelaporan atau pemotongan pajak.

2. Tahap kedua, jika kemanjuran pajak aktif. Untuk langkah selanjutnya, yaitu dalam mengaktifkan E-BUPOT PPH 23 dengan cara berikut:

• Login di situs www.djponline.pajak.go.id

• Setelah itu tekan profil dan aktivasi fitur layanan

• Klik Periksa untuk memilih E-BUPOT PPH Pasal 23/26

• Klik Ubah fitur layanan, setelah itu ada konfirmasi untuk mengubah layanan, tekan "Ya".

Jika Anda telah berhasil mengakses aktivasi, pemberitahuan sukses dan selamat "Aktivasi akses pada DJP Online telah berhasil". Setelah itu, laporkan pada periode PPH 23/26 melalui aplikasi e-bupot pph 23.

Keberadaan E-BuPot PPH 23 memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk menghemat waktu. Dalam memberikan kinerja yang baik dalam aplikasi E BUPOT PPH Pasal 23/26, sediakan pembayar pajak lebih nyaman dan puas dalam menggunakan aplikasi ini. Kepuasan ini memberikan pembayar pajak untuk umpan balik ke KPP.

Selain itu, fitur DJP juga ramah pengguna sehingga pembayar pajak pemula dapat dengan mudah memahami, dalam membuat bukti pemotongan dan pelaporan untuk waktu juga dapat lebih cepat dan praktis.

Kehadiran aplikasi E-BUPOT PPH 23 di DJP online diharapkan memiliki dampak positif pada wajib pajak, baik PKP atau non-PKP untuk memenuhi kepatuhan wajib pajak.

Dengan mempersiapkan bukti pemotongan PPH 23/26 dan melaporkan periode PPH, Anda juga harus menjadi pengusaha untuk memastikan perhitungan dan perekaman laporan keuangan dengan benar dan akurat. Melalui perangkat lunak akuntansi seperti bakat juga dapat dengan mudah merekam dan menyajikan laporan keuangan.

Seperti pemantauan saham, membuat faktur, rekonsiliasi transaksi bank secara otomatis, perhitungan aset, dan keuangan bisnis yang mudah dikelola karena ada 20 laporan keuangan lebih nyata secara real time.

 


Posting Komentar

0 Komentar